SETUJU TIDAK BAHWA CANTIK ITU MAHAL DAN LUKA ?


 

(4.8)
4.8/5

12 Agustus 2020 | Ajengmira

Namaku Ajengmira, aku seorang makeup artist. Disini aku ingin berbagi cerita dan persepsiku untuk seluruh perempuan Indonesia, bagaimana memaknai cantik sebenarnya tanpa harus mengeluarkan banyak uang demi mendapatkan cantik ideal dan sanjungan

Kecantikan kaum perempuan selalu menjadi trend tersendiri dalam masyarakat, khususnya perempuan Indonesia. Warna kulit sawo matang perempuan Indonesia membuat kecantikannya tersohor sampai mancanegara. Kecantikan itu sangat beragam, tidak terbatas pada kecantikan wajah saja, tetapi juga pada warna kulit, rambut, tubuh dan yang lainnya. Namun tidak begitu fenomena yang terjadi di Indonesia sendiri. Kaum perempuan di Indonesia cenderung tidak menyadari kecantikan alami mereka, bahkan meniru kecantikan perempuan dari luar negeri (Amerika, Korea, dan sebagainya). 

Berkaca pada diri sendiri, aku pun merasa prihatin terhadap perempuan Indonesia yang seringkali merasa insecure terhadap dirinya. Makna cantik itu luas, tidak sebatas pada fisik saja. Banyak yang mengatakan perempuan cerdas itu cantik namun wanita cantik itu belum tentu cerdas.

Bahkan tidak jarang perempuan Indonesia membeli produk kecantikan dari luar yang sangat mahal hanya untuk membuat penampilan mereka seperti perempuan luar negeri. Tidak hanya berprilaku boros pada produk kecantikan, tetapi juga perawatan mahal keklinik kecantikan bahkan operasi plastik pun dilakukan demi mendapatkan cantik yang sempurna menurut mereka. Kecantikan merupakan hal yang paling didambakan namun sekaligus juga menakutkan bagi setiap perempuan. Aku sangat memahami dua sisi kecantikan itu sendiri. Dari masa ke masa, perempuan selalu dituntut untuk tampil cantik tujuannya untuk menghindari penolakan dari masyarakat disekitarnya. Aku pernah mengalami tidak percaya diri semasa aku sekolah dulu. Tidak berani keluar jika tidak menggunakan makeup, karena memang kondisi wajahku yang tidak memenuhi cantik idealnya perempuan Indonesia, dan itu berlanjut hingga usiaku 25 tahun. 

Sering kali perempuan harus membayar mahal untuk mendatangkan makeup artist. Kalau mereka tidak mampu membayar, terkadang mereka lebih memilih untuk mengurung diri di rumah dan menghindari pergaulan, itulah aku dulu. Padahal tanpa kepercayaan diri, perempuan menjauhkan dirinya dari berbagai kesempatan baik di luar rumah. 

Tren dan standar kecantikan telah merubah perempuan. Mereka ingin menjadi perempuan idola yang terus menerus menuai pujian. Bukan yang dihina karena wajah jelek, tubuh gendut, kulit kusam, kasar, rambut lepek dan senyum tidak seindah bulan purnama. Bagaimana, cantik itu mahal kan, setuju? 

Dulu saat usiaku 25 tahun, aku sudah melakukan perawatan kecantikan dengan harga selangit. Perekonomian keluargaku bisa dikatakan cukup. Namun, untuk urusan kecantikan mamahku tidak begitu perhatian, dan terkait skincare, sumpah sulit sekali menemukan yang cocok untuk kondisi kulitku, terlebih kulitku sensitif dan aku punya alergi. Sebagai manusia dengan kecantikan yang biasa, tentulah saat memilih skincare kita berkiblat pada perempuan yang menjadi brand ambassador sebuah produk skincare. Saat itu yang aku inginkan hanya mendapatkan cantik ideal saja. Bayangkan, di usiaku yang masih terbilang belia, aku sudah menghabiskan puluhan juta hanya untuk mengubah wajah bak bidadari. Luar biasa!! Perawatan kecantikan fisik menjadi semakin mahal manakala perempuan ingin tampil cantik dengan sedikit uang namun perawatan maksimal. Misalnya begini, agar bisa tampil memukau dengan kulit sebening kristal dan selembut sutra seperti Song Hye Kyo aktris Korea, setidaknya kita harus menggunakan paket skincare dari brand Korea dengan harga Rp. 2.100.000 (dengan prediksi pemakaian 4 bulan yang berarti Rp.525.000 per bulannya), bahkan untuk krim matanya saja ada yang seharga Rp.3.500.000 yang nyaris setara UMR DKI Jakarta! Tidak jadi masalah jika kita semua terlahir sebagai perempuan kaya, tapi apa jadinya jika tidak terlahir kaya? Untuk mendapatkan cantik ideal minimal harus memiliki penghasilan 25 juta sebulan, karena anggaran untuk membeli skincare tidak boleh lebih besar dari anggaran utama seperti makan-minum bergizi, kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan dan rumah. Coba pikirkan!!

Lalu terbesit, mengapa perempuan termasuk aku rela melakukannya? Ya, karena perempuan paling benci dibilang jelek atau tidak cantik. Perempuan merawat dirinya demi dicintai dan disayangi, demi kekasihnya atau suaminya agar tidak berpaling ke perempuan lain. Sebab setiap perempuan yang ditinggalkan kekasihnya atau suaminya demi perempuan lain akan merasa frustasi atau rendah diri, seakan-akan dia ditinggalkan karena tidak cantik. Demi tetap cantik, perempuan rela melakukan apa saja bahkan sampai menghabiskan uang yang banyak. Aku memang belum menikah, tapi pekerjaanku sekarang sebagai makeup artist membuat pikiranku terbuka lebar terhadap makna cantik sebenarnya. Banyak sekali klienku yang cerita tentang kisah hidup mereka, mulai dari cerai padahal ia telah mengeluarkan uang banyak untuk perawatan, ditinggalkan kekasih dan diselingkuhi, dijauhkan karena pernah menggunakan makeup tidak oke dan segalanya yang menyakitkan. Aku kembali berkaca diri dengan kejadian-kejadian yang menimpa mereka, bahwa perawatan kecantikan yang mahal sekalipun sering menyisakan kisah pilu. 

Setiap perempuan itu terlahir cantik. Namun, kecantikan setiap diri itu tentu saja berbeda, unik, khas dan otentik. Kecantikan hakiki adalah tentang bagaimana kita mencintai diri dan tubuh kita sendiri, dan merawatnya sebaik mungkin. Terlahir teramat cantik bisa menyebabkan luka dan upaya merawat kecantikan bisa menguras tabungan. Tetapi, satu hal yang pasti, saat kita bercermin telanjang dan melihat seluruh pantulan diri, kita akan tersenyum dan memuji betapa cantiknya kita, ciptaan Tuhan bernama perempuan. Karena Tuhan mengatakan bahwa kecantikan pada diri perempuan adalah gambaran kecantikan pada wujud-Nya. Perempuan adalah pantulah cahaya-Nya.

Perempuan memang harus investasi pada skincare karena itulah makanan dari luar untuk kulit kita. Tidak semua perempuan harus menggunakan makeup, tapi semua perempuan wajib dan harus melakukan perawatan diri dengan skincare sebagaimana wajib makan-makanan sehat lagi bergizi setiap hari. Karena itu, tak heran jika bisnis kecantikan melaju kencang dibandingkan dengan bisnis makanan dan minuman. 

Perlu disadari betapa pentingnya skincare dibanding makeup. Banyak perempuan yang sangat cantik, muda dan segar dimasa lajangnya berubah menjadi loyo dan kumuh setelah menikah. Masalahnya tentu saja uang. Cinta membutuhkan kecantikan dan kecantikan membutuhkan uang. Tidak semua perempuan lahir dengan kecantikan tertentu sehingga memang harus rajin melakukan perawatan. Dan khusus untukku, setelah aku memahami semuanya, aku menginvestasikan skincareku pada Amura Expert Serum, yang menawarkan sejuta kebaikan dari bahan-bahan alaminya dengan harga yang tidak menuntutku untuk berpenghasilan 25juta per bulan. Jauh berbeda memang dengan perawatanku yang dulu yang menghabiskan jutaan dalam sebulan hanya untuk wajah. Seperti yang sudah kubilang diatas, bahwa industri kecantikan kini semakin menjamur dan menawarkan beragam manfaat yang membuat wajah seperti artis Korea. Lagi-lagi kitapun harus selektif dalam memilihnya. Namun satu hal yang harus kalian tanamkan pada diri kalian adalah, bahwa setiap perempuan adalah cantik dengan versi masing-masing, tidak ada standar ataupun ideal dalam urusan kecantikan. Mencintai segala bentuk ciptaan-Nya akan membuat kalian Percaya Diri terhadap tampilan asli kalian tanpa polesan makeup. 

Lalu, kenapa aku tiba-tiba beralih pada harga skincare yang murah? Karena, setelah aku memahami makna kecantikan dari berbagai sudut pandang, yang terpenting adalah bagaimana kita mencintai diri sendiri serta merawat ciptaan-Nya dengan penuh cinta tanpa menilainya dengan sesuatu yang mahal. Jika ada skincare yang menawarkan segudang manfaat dengan budget yang separuhnya bisa kutabungkan, Why not? 

Anyway, untuk memudahkan kamu, sudah aku rangkum semua informasi penting tentang skincare yang aku maksud ya..